Science, model, fact

i got the following exposition from http://www.kendo-world.com/forum/archive/index.php/t-9054.html

Now, the link is to an archive that is full of rant and some interesting thoughts on the various building blocks of how we describe science

The exposition has a lot of abstractions, questions the way you define things, and thus, is a very good brain practice, i enjoy it, i hope u feel the same

since the internet is everchanging, i like to maintain a version of the exposition here in my blog, so i can revisit it again

Let’s hear more of this

Advertisements

Being kind does not equal being stupid

Jadi orang baik yang bukan berarti menjadi orang yang “bodoh”

Pengikut Yesus pasti punya hati yang mengikuti hati Yesus, hati yang baik, lemah lembut, rendah hati. Tapi apakah menjadi orang yang baik, lemah lembut dan rendah hati berarti membuat kita menjadi orang yang kurang cerdas.

Pertanyaan ini penting ketika kita berhadapan dengan realita kerja kita sehari-hari, dimana kita dan rekan kerja kita seringkali saling membutuhkan pertolongan satu sama lain. Tentu kita ingin membantu rekan kita, sebagai rekan satu tim yang perlu saling menolong, sebagai orang Kristen yang perlu jadi garam dan terang di tempat kerja, sebagai proffesional yang ingin berprestasi semaksimal mungkin di tempat kerja.

Tapi mungkin muncul situasi-situasi dimana kita merasa bahwa “koq ada yang salah yah…”, situasi dimana mungkin kita ragu, apakah kita membantu orang atau justru dimanfaatkan orang… Kita harus menyadari bahwa tempat kerja diisi oleh orang-orang dengan berbagai macam latarbelakang, dan yang paling penting, berbagai macam hati dan niat.

Continue reading

Dicari orang produktif, bukan orang rajin

Mari berandai-andai sebentar, jika anda memiliki usaha, pegawai macam apa yang anda cari?

kemungkinan besar anda akan mencari yang jujur dan yang produktif, kalo sales, produktif dalam melebihi sales target, kalo customer service, produktif dalam melayani banyak pelanggan dalam sehari.

Nah, hal yang sama juga dicari oleh perusahaan tempat anda bekerja, yaitu pegawai yang produktif.

Seringkali HR perusahaan pun salah dalam hal ini, mereka mencari pegawai yang rajin, bukan yang produktif, dan tak jarang kita pun salah, menganggap perusahaan menghendaki kita rajin, padahal perusahaan lebih perlu kita produktif.

Continue reading

Delivering Stakeholder Value – by sendy filemon

By Sendy Filemon, Jakarta

It has been an established consensus that companies should deliver value to its investor’s, this principle, “managing for value”, has been a mantra for managers, consultants, and financial backers of corporations.

Yet recent events in the global financial market, specifically in the US market, shows that when companies fail, they fail not only those who owns its shares, but it fails other parties as well, its employees, government, society, and taxpayers.

Continue reading

Belajar bahasa Inggris secara mandiri – Bagian I

(I have made the second installment of this topic, the second installment is written in English. If you have followed this first part and execute its suggested steps, you should have no difficulty reading the second part. The second part of this topic can be accessed here)

Kita tentu memahami pentingnya dan manfaat kemampuan berbahasa Inggris dengan fasih. Ada berbagai tingkatan penguasaan bahasa, dan semakin tinggi penguasaan kita akan bahasa tersebut, maka semakin banyak manfaat yang akan kita peroleh dari kemampuan berbahasa kita.

Sejauh mana kita harus menguasai suatu bahasa asing?

Menurut saya, sebaiknya kita menguasai bahasa asing sampai taraf dimana penguasaan kita setara dengan orang yang menggunakan bahasa tersebut sebagai bahasa ibunya (native speaker). Alasan utama adalah agar kita mampu memperoleh manfaat maksimal dari kemampuan berbahasa asing tersebut, kita bisa melaksanakan perkerjaan dalam bahasa tersebut, apabila kita berkomunikasi, terutama dalam konteks kerja, kita akan dilihat sebagai professional yang mempunyai kemampuan komunikasi yang baik dan kapasitas untuk menguasai bahasa asing dengan baik.

Continue reading