Dicari orang produktif, bukan orang rajin

Mari berandai-andai sebentar, jika anda memiliki usaha, pegawai macam apa yang anda cari?

kemungkinan besar anda akan mencari yang jujur dan yang produktif, kalo sales, produktif dalam melebihi sales target, kalo customer service, produktif dalam melayani banyak pelanggan dalam sehari.

Nah, hal yang sama juga dicari oleh perusahaan tempat anda bekerja, yaitu pegawai yang produktif.

Seringkali HR perusahaan pun salah dalam hal ini, mereka mencari pegawai yang rajin, bukan yang produktif, dan tak jarang kita pun salah, menganggap perusahaan menghendaki kita rajin, padahal perusahaan lebih perlu kita produktif.

Lah, apa bedanya produktif dengan rajin. Produktif itu artinya “memberi hasil yang banyak”, rajin itu “banyak aktivitas” atau “melakukan suatu aktivitas dengan tekun”.

Seseorang bisa rajin tapi tidak produktif, tapi seseorang tidak mungkin produktif jika tidak rajin.

Produktif adalah suatu kata sifat yang lebih…tinggi atau dalam atau spesifik…dibanding rajin.

Bisa saja saya rajin di kantor, tapi kerajinan saya tidak memberikan hasil apa-apa buat kantor, kerajinan saya bisa dikatakan sia-sia. Tapi jika saya produktif di kantor, jika saya banyak menghasilkan penjualan, maka produktifitas harus didahului oleh kerajinan saya dalam melakukan penjualan.

Pastikan bahwa hal-hal yang anda kerjakan, adalah hal-hal yang penting, hal-hal yang membawa pengaruh terhadap ukuran performa anda, hal-hal yang membawa pengaruh buat perusahaan anda.

Sedikit contoh lagi, misalkan saya seorang “business strategy development officer” di sebuah perusahaan, ukuran performa kerja saya adalah “membuat 4 inisiatif strategy dalam 6 bulan; membuat 1 inisiatif yang berhubungan dengan penjualan; Menyelesaikan semua keperluan administrasi yang berkaitan dengan pekerjaan”

Kemudian dalam bekerja, saya rajin dalam hal-hal yang tidak berhubungan dengan ukuran performa kerja saya, saya rajin merapikan meja saya, saya rajin menyapu lantai ruangan kerja saya sehingga terlihat bersih, see, ga penting kan? anda bisa rajin, tapi kalo ga penting, ga bermanfaat buat anda, karier anda, dan perusahaan anda.

Agar saya produktif dalam pekerjaan diatas, supaya saya memperoleh promosi, saya perlu rajin dalam hal-hal yang membantu saya mencapai ukuran performa kerja saya. Misal saya perlu rajin mencari ide untuk strategy bisnis baru yang relevan buat perusahaan saya, saya rajin mengikuti perkembangan industri saya, apa trend yang baru, bagaimana kondisi dan inisiatif kompetitor, berbicara dengan orang-orang dari departemen lain, melihat apa kesulitan mereka, hal yang membantu saya mencapai target membuat 4 inisiatif strategy dalam 6 bulan tadi.

Saya juga perlu rajin dalam melakukan pekerjaan yang mungkin saya kurang nikmati, menyelesaikan keperluan administrasi misalnya, ini mungkin tidak menyenangkan, tapi karena ini berpengaruh terhadap performa kerja saya, maka ini penting.

Pastikan bahwa anda adalah seseorang yang membawa nilai tambah buat perusahaan anda, jadilah orang yang rajin dalam hal-hal yang tepat, dalam hal-hal yang berpengaruh terhadap promosi dan perusahaan anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: