Poems by Sound of Heart

Poems by: http://my-soundofheart.blogspot.com/

Saturday, August 15, 2009

Sepenggal Kisah

Tak perlu kau beritahu,

Karena jiwaku telah mendengar hatimu
Tak usah kau mengumumkan,
Karena tingkah polahmu sudah mengumandangkan

Kutahu hatimu tak berlabuh padaku…
Aku hanya kau jadikan persinggahan,
Bukan perhentian…
Maka aku pun tak akan membuatmu terikat di sini
Bayangmu akan terkikis dari ingatan
Atau setidaknya akalku perintahkan demikian
Tak akan berlama-lama aku diikat sihir cinta
Tidak dahulu, tidak selamanya
Aku tahu waktu ini akan berlalu
dan kita tak akan pernah bersatu
Hati ini hanya sedang menunggu
Hingga kuat dan tak lagi merindu
Tak perlu kupertahankan
Tak akan kusesalkan
Sekalipun hati akan perih tergores
Tapi ini hanya sepenggal kisah yang akan kulupakan

Wanita Biasa

Bahasa cintaku bukanlah diam …
Itu isyaratkan sesuatu yang lain
Suatu tanda gejolak yang tak terungkapkan..
Berkecamuk dalam ruang sempit di hati
Menanti agar terucap dari mulutku

Berapa kali telah berulang
Aku pun sudah pernah bilang
Namun kau belum juga mengerti
Atau memang kau sungguh tak peduli

Haruskah kuserukan dengan menggelegar
Atau kuukir di seribu wahana
lalu kusebar ke seluruh dunia
Baru kau akan tersadar ?

Dulu bahasaku adalah diam dan selalu coba mengerti
Aku belajar mendengar sepenuh hati
Tak pernah berharap untuk dikasihi,
Hanya ingin memberi dan mencintai

Tapi apa yang kuberi tak pernah mencukupi
Memberimu alasan tak puas akan diri ini

Aku mulai lelah…
Bahasaku lalu berganti
Marah katakan marah, benci katakan benci
Tak ada lagi diam dan coba mengerti

Kaulah yang memaksa aku jadi begini
Kalau saja kau tak usah merajai
Hatiku pun rela untuk mencintai segenap hati

Sekarang aku lagi perih
Hanya ingin berseru dan memaki
Tak ingin aku mencintai dengan bahasamu
Yang selalu meminta tanpa memberi
Katakan cinta tapi tak memberi cinta

Aku kuat tapi aku lunglai
Aku berani tapi aku gentar
Aku mencintai tapi tertatih-tatih

Aku lelah untuk bermain peran
Apalagi harus aku berkorban
Aku pun wanita biasa
Tak mampu selalu berdiri tegak

Aku pun wanita biasa
Yang ingin dicintai dan dimengerti
Walau hanya sekali dalam seribu waktu
Dan hanya sesaat di waktu sekali itu
Apakah ini juga tak mau kau beri ?

Friday, July 31, 2009

Cinta dan Pembalasan

Tak lagi kutahu bagaimana mencinta,

Apalagi getaran rindu,
Apa itu kekasih ?
Bilakah wujud asmara ?
Semuanya kini hanya samar…
Kini aku tengah mengingat-ingat…
Sepertinya ia dulu pernah hadir mengisi hari-hariku,
Melukiskan sejuta senyum di setiap kebersamaan
Gelak tawa senantiasa teriring dalam setiap langkah
Kala itu ada hati lugu nan lemah,
Masih muda dan tak mengenal dunia,
Hanya mencari legenda cinta
Membuaikan kasih pada pujaan hati
Namun semua hanya sejenak saja
Saat berbalik semuanya telah berlalu
Ia lenyap secepat gelembung sabun,
Seperti malam yang menggantikan terang,
Tiba-tiba semua keindahan telah menghilang,
Tergantikan sebuah kisah lirih yang panjang
Legenda cinta akhirnya tetap menjadi cerita yang abadi
Terkubur menanti ada insan lain
Yang ingin mencoba tuk mencari lagi
Bilakah aku ?
Ini aku terdiam di sini..
Luka itu masih terperih
Desah nafaskupun ikut menjerit dan merintih
Pernah berkali-kali kucoba untuk melupakan
Semua rasa yang telah kau torehkan
Tetap mencinta seperti tak pernah ada luka
Mengasihi tanpa harap kembali
Tapi kau pun tetap melukai
Seakan cinta tak pernah kau hargai
Takkan cukup apa yang kuberi
Bahkan semakin menjadi kau sakiti
Hati yang pernah biru telah menjadi pilu
Redup dan hampir mati
Jangan salahkan aku kalau semua rasa di hati ini lahir kembali
Dalam asa tersusun menjadi amarah,
Dan amarah itu telah membara-bara
Sungguh tak satupun dapat membisikkan kata penyesalan
Sekalipun kau datang bersimpuh dengan airmata
Karena hati yang dulu masih penuh cinta
Kini telah menjelma menjadi satu kisah pembalasan
Kaulah yang memaksa, jadi tak usah kau sesalkan
Kesempatan itu sudah berlalu
Kala aku masih rela berkorban demi dirimu
Namun waktu itu tak ‘kan pernah kembali
Tidak juga berputar tuk kau sesali
Hingga saatnya semua telah berbalik
Baiklah engkau bersiap sendiri
Karena cinta yang kecil telah menjadi amarah yang tak tertahankan
Berseru-seru hingga terbalaskan
Karena cinta telah menjadi pembalasan

Kupanggil kau “SAHABAT”

Baru kusadari hari ini..

Perlahan kau hadir dalam hidupku,
Pertama berdiri di luar pintu hati ini,
Tapi kemudian berdiam dalam relung sanubari
Mengisi satu bagian yang nyaris terhilang
Hingga kusadar kau ada untuk mengisinya
Kau ajarku ‘tuk berani bermimpi,
Dan beritahu aku tentang berjuang demi sebuah visi
Kau bantu aku hancurkan segala keraguan,
Saat kau bisikkan keberanian kala aku diliputi ketakutan
Kau pun menarik aku keluar dari harapan yang rapuh
Dan menggantinya dengan semangat untuk meraih semua hasrat di hati
Kini aku menjadi kuat,
Kokoh layaknya seorang pahlawan,
Siap menempuh jalan perjuangan,
tuk meraih impian dan masa depan
Namun kutahu kau akan selalu jadi tempat aku bernaung,
Kutahu kau akan tetap berdiri dengan tangan penuh kasih,
Kutahu engkau akan selalu ada buat diri ini,
Sungguh, namamu tak kan pernah kulupakan
Karena itu kau kupanggil “Sahabat”
Terimakasih, Sahabatku….

Jangan Berkata Atas Nama Cinta

Sesaat kau buat hati terlena,

Sesaat kau gores sebaris luka,
Sesaat kau mengumbar kata cinta,
Sesaat kau lemparkan cerita dusta,
Kau kira aku sebuah pelipur lara?
Yang kau cari ketika duka,
Lantas kau lupa ketika suka
Tak pernahkah kau lihat isi hatiku ?
Tak inginkah kau dengarkan detak jantungku ?
Di debaran ini hanya ada suaramu…
Bahkan setiap nafasku menyerukan namamu…
Namun apa guna aku berdiri?
Bertahan tanpa genggaman…
Terseok ‘tuk menggapai
bayang semu bernama kebahagiaan
Yang kau pun tak rela bagikan untukku
Bahkan tak sempat terlintas dalam benakmu
Haruskah aku bertahan ?
Mengapa harus kau tahan?
Kalau memang bukan aku yang kau inginkan
Kalau bukan aku yang layak di sisimu tuk kau sandarkan
Biarkan saja aku pergi tanpa kau lepaskan
Karena setiap kata cinta yang kau bisikkan,
Setiap kebersamaan yang kutambahkan,
Semakin menyayat … semakin mendalam…
Jangan lagi aku yang kau korbankan
Demi ego yang kau namakan cinta
Jangan pernah cemari kesucian cinta,
Apalagi kau mendusta demi nama cinta..
Hanya saja lepaskanlah aku
Dari jerat yang telah kau pasangkan,
Biarkan aku mengais kebahagiaan bagi diriku sendiri,
Dan mencinta dengan sisa hati yang telah kau hempaskan…

Thursday, July 30, 2009

Kisah Seorang Pengelana

Aku ini pengelana muda,

Pagi-pagi aku berlayar
Mengarungi samudra asmara..
Apapun tak kubawa,
Kecuali satu kait untuk melabuhkan hatiku..
Hati yang kuisi dengan sejuta cinta dan kehangatan..
Hati yang kusiapkan sejak lama bagi nahkodaku..
Yang akan membawaku ke negri bernama kebahagiaan..
Hari mulai petang,
Orang pandai berkata “ke utara”
Si bijak berseru “jangan ke selatan”
Tapi yang kudengar hanya suaramu..
Suara yang terkadang kutahu mengelabuiku
Ya…aku tau bilamana saat itu..
Sungguh… aku sakit…
Aku tahu dan aku pilu…
Tapi kupilih untuk diam..
Seolah aku bodoh,
Terus kuarahkan kemudi kepadamu
Tanpa tahu kapan akan berlabuh,
atau bahkan kau tak akan pernah membiarkan kapal ini tertambat…
Terus berputar hingga tak berdaya,
Lalu kandas terhempas kerasnya karam yang kau bangun
Aku tahu saat kau mengelabui,
Aku tahu saat kau tak peduli,
Namun aku tetap ikuti suaramu,
Bukan karena aku terperdaya,
Tapi karena aku ingin persembahkan cinta..
Aku rela menjadi bodoh dan tersesat…
Agar kau mengerti arti cinta..
Sekalipun itu berarti hancur..
Pengelana muda inipun sungguh rela..

Sesaat Bersamamu

Kusapu bintang-bintang,

Kubuat berserakan
Kuhembus awan di cakrawala,
Hingga hilang tak berarah
Namun segala kuasa sekejab lenyap,
Tatkala satu rasa datang menyergap
Karena tak mampu kuhalau rasa itu…
Haruskah kuteriaki matahari,
dan kutunggangi pelangi,
lalu merangkak pilu di bawah bayang-bayang senja…
meniti langkah dengan sisa asa …
Agar takdir mengasihani aku,
Membisikkan di mana kau disembunyikannya..
Kemana pun aku rela,
Apapun aku mau,
Asal sesaat saja aku bersamamu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: