Sudah daftar NPWP?

copy-of-apa_kata_duninpwp-a_11Rekan2,

Ingin sekadar mengingatkan, mumpung tahun 2008 belum berakhir, ada baiknya jika kita cepat2 mendaftar NPWP.

Manfaat utama bila kita mendaftar NPWP sebelum akhir 2008 adalah kita bisa mengambil bagian dalam sunset policy 2008.

Orang yang mendaftarkan NPWP setelah akhir tahun 2008, tidak bisa berpartisipasi dalam Sunset Policy. Ini berarti kemungkinan audit yang lebih besar oleh Dirjen Pajak, dan audit, itu sangat amat merepotkan bagi si subjek pajak (anda).

Nah, bagaimana cara mendaftarkan NPWP?

(disini saya cuma akan share cara daftar NPWP dulu, cara pengisian form 1720, 1720S, atau 1720SS akan dibahas di post berikutnya)

Ada 3 cara untuk mendaftarkan NPWP, yang pertama cara online, yang kedua dengan mendatangi kantor pajak secara langsung, yang ketiga adalah mendaftar secara kolektif.

1. Cara online:

Saya pribadi tidak menyarankan pendaftaran online. Di pendaftaran online, ada satu bagian form pendaftaran yang penting (status sumber penghasilan anda) yang tampaknya kurang berfungsi dengan baik. Saya agak kuatir apabila ada kesalahan pengisian di sistem online, maka subjek pajak akan sangat kesulitan untuk melakukan perbaikan. Karena form pendaftaran sudah disubmit, NPWP dalam proses pembuatan, tapi anda tidak punya saksi selain komputer apabila anda hendak melakukan perbaikan.

Mengingat keterandalan (reliability) dari sistem komputer pemerintah Indonesia, saya lebih nyaman berurusan dengan manusia untuk urusan penting seperti Pajak.

Tapi apabila anda tetap hendak melakukan registrasi online, kunjungin website Dirjen Pajak di http://www.pajak.go.id/

Begitu website terbuka penuh, di sebelah kanan layar anda akan melihat tiga icon, salah satu icon tersebut adalah icon untuk e-registration.

Untuk mendaftar, klik ikon tersebut, anda pertama-tama akan diminta untuk membuat account di website. Prosesnya sangat sederhana, lebih simple dari membuka e-mail account di yahoo.

Setelah anda mempunyai account di website, anda akan kembali ke layar untuk e-registration. Masukan user name dan password anda. Anda akan dibawa ke layar pendaftaran, dimana anda perlu mengisi formulir pendaftaran. Waktu loading website memang agak lama, harap sabar menunggu page untuk fully displayed. Setelah anda mengisi formulir pendaftaran, anda bisa mensubmit formulir e-registration anda.

Setelah submit, anda bisa mencetak bukti pendaftaran di e-registration. Bukti pendaftaran, beserta fotokopi KTP, harus  diserahkan ke kantor pajak anda (cara menemukan kantor pajak anda akan saya jelaskan dibawah), baik diserahkan lewat pos, kurir (harus dengan surat kuasa), atau datang sendiri.

Nah, karena anda akhirnya tetap perlu datang ke kantor pajak, saya lebih menyarankan metode yang kedua atau lebih baik yang ketiga

2. Mendaftar Langsung

Pertama-tama anda perlu mengetahui dimana kantor pajak anda berdasarkan domisili anda saat ini (tempat kos atau rumah anda di Jakarta)

Anda bisa mengetahui informasi ini dengan mendatangi website Dirjen Pajak (http://www.pajak.go.id/), begitu website terbuka penuh, di sebelah kiri layar, dibawah tab “Menu Utama”, anda bisa menemukan tab “Alamat Kantor Pelayanan Pajak”. masukan nama kelurahan/kecamatan tempat anda tinggal, lalu klik “Cari”. Sebuah layar baru akan muncul yang menerangkan dimana kantor pajak anda dan alamatnya.

Langkah berikutnya:
– Siapkan fotokopi KTP anda.

– Kunjungi kantor pajak anda, bawa fotokopi KTP anda. Siapkan bahan bacaan untuk menghabiskan waktu.

– Apabila anda sudah masuk ke gedung kantor pajak, tanyakan ke orang yang kelihatannya berwenang, dimana anda bisa mendaftar NPWP. (jangan tanya diluar, anda bisa2 jadi mangsa calo)

– Biasanya tempat pendaftaran akan berupa ruangan tunggu dengan deretan kasir di depan (seperti deretan teller bank). Kasir ini akan menangani hampir semua keperluan pajak anda (pendaftaran NPWP, pemasukan form pajak). Anda akan diminta mengambil nomor urut terlepas dari keperluan anda (daftar NPWP dan pemasukan form pajak nomor urutnya tidak dibeda-bedakan).

– Tunggu giliran anda, ini biasanya bagian yang terberat. Pengalaman saya dengan kantor pajak di Tanah Abang menunjukkan bahwa kasir kantor pajak umumnya cukup cekatan dalam melaksanakan tugas di meja kasir, jadi tidak perlu kuatir tidak mendapat giliran, apalagi sampai memberikan amplop ke kasir agar anda dilayani lebih cepat, jangan dibudayakan seperti itu.

– Apabila anda sudah dipanggil, nyatakan niat anda untuk mendaftar NPWP, pertama-tama, minta dulu formulir pendaftaran dan nyatakan juga bahwa anda sudah membawa fotokopi KTP.

– Isi form pendaftaran saat itu juga di meja kasir (minggir sedikit agar tidak mengganggu pelanggan berikut).

– Nah, ini penting, anda akan mengisi sebagai subjek pajak “perorangan”, bukan sebagai “badan” atau “pemungut”, harap pilihan itu yang dicentang pada baris formulir yang paling atas.

Kemudian setelah mengisi data pribadi dan alamat korespondensi, anda akan diminta mengisi status sumber penghasilan anda.
Saya sarankan anda mengisi “Karyawan tanpa pekerjaan bebas”, kecuali anda memang benar-benar memiliki pekerjaan bebas (konsultan, pengacara, dokter dengan praktek sendiri) atau memiliki usaha.

– Serahkan form pendaftaran dan fotokopi KTP anda.Tanyakan kapan NPWP anda akan selesai. Apabila kasir menjawab “1 jam lagi, bapak mau tunggu?”, saya sarankan tunggu, karena semakin lama anda biarkan NPWP yang sudah diproses dan selesai itu dikantor pajak, semakin besar kemungkinan hilang. Apabila jawabannya hanya “besok pak/bu”, anda tidak punya pilihan lain selain kembali lagi besok (buang waktu lagi buat jalan).

– Apabila anda memilih untuk menunggu, siap-siaplah menyediakan waktu 1.5-2 jam (1 jam itu teorinya saja).

– Apabila anda dipanggil kembali untuk mengambil NPWP anda, anda akan diberikan sebuah amplop yang berisi 2 benda. Kartu NPWP anda, dan Surat Pernyataan bahwa anda sudah memiliki NPWP. Jangan kehilangan 2 benda ini.
– Selamat, anda memiliki NPWP

Nah, ada cara ketiga, yang saya rasa lebih efisien dibandingkan dengan sekian ratus jemaat energy berdatangan menghabiskan waktu masing2 ke kantor pajak. Walaupun cara ini membutuhkan beberapa orang yg bersedia menyediakan waktu untuk ke kantor pajak.

3. Pendaftaran kolektif.

Kumpulkan beberapa rekan anda yang hendak mendaftar NPWP dan tinggal dalam area yg berdekatan dan karena itu dirujuk ke kantor pajak yang sama (mis: orang2 yang tinggal di tanjungduren, di daerah binus).

Kumpulkan fotokopi KTP

Minta salah satu orang untuk mengunjungi kantor pajak untuk meminta form pajak untuk setiap orang yang hendak mendaftar NPWP.

Orang yang ke kantor pajak harus membawa fotokopi KTP sebagai bukti bahwa ia memang mengambil sekian banyak form pendaftaran NPWP untuk orang lain.

Masing2 orang mengisi form pendaftaran yang sudah dibawa pulang oleh si korban (orang yang murah hati tadi).

Masing2 orang juga membuat surat kuasa yang menyatakan bahwa si korban (atau orang lain yg ditugaskan untuk membawa form yang sudah diisi kembali ke kantor pajak) memang diberi kuasa oleh anda untuk melakukan pendaftaran NPWP atas nama anda.

Form pendaftaran yang sudah diisi, surat kuasa, dan fotokopi KTP dibawa kembali ke kantor pajak. Orang murah hati ini kemudian mengantri kembali untuk memasukan pendaftaran ke kasir pajak. Form pendaftaran, surat kuasa, dan fotokopi KTP diserahkan ke kasir pajak.

Orang murah hati kemudian bisa memilih untuk menunggu (tidak disarankan apabila pendaftaran kolektif karena akan lama banget) atau kembali ke kantor pajak di hari berikutnya untuk mengambil NPWP atau meminta orang murah hati lain untuk mengambil NPWP yang sudah selesai.

Bisa dilihat bahwa proses pendaftaran kolektif jauh lebih efisien, jika ada 10 orang yang hendak mendaftar dan kebetulan dirujuk ke kantor pajak yang sama, paling banyak hanya 3 orang yang perlu pergi (ambil formulir, masukan formulir yang sudah diisi, ambil NPWP)

Advertisements

Suku Bunga Deposito Bank di Indonesia – 18 November 2008

rccThis post is an update on the same topic published at 30 October and has been updated by this post at December

On 12 and 18 November 2008, i visited 5 banks to inquire their TIme Deposit Product, this post will elaborate the product and my experience with the bank. Other banks included in the previous post will also be included in a summarized format.

This post also includes the best place to put your money (based on my findings) for different level of fund.

Continue reading

Putting my money where my mouth is with DBS

dbs-indo-front_aboutOn October 29 2008 i wrote about looking for the bank with the best Time Deposit rate. I found DBS to provide the best rate on the criteria mentioned in the post.

Now, in the spirit of putting my money where my mouth is, i’m opening a time deposit with DBS, let’s see if the relationship goes as sweet as their promise.

Continue reading

Suku bunga deposito bank di Indonesia – 29 Oktober 2008

(This post has been updated on 18 November 2008, 5 more banks has been added, and a summary on which product gives Best return for different asset size is provided. Click this link to find the updated version, and another feature on Suku Bunga Deposito has been added, click this link to see the feature)

You have some extra cash to invest right now, and you like to consider your options. Stocks, it might be good time to buy now, since it’s in heavy discount, but you don’t like the risk. Bonds, looking at the potentially even-higher inflation rate for next year, the returns are too small.

How about good old time deposits? It’s guaranteed by the Indonesian government up to IDR 2 Billion (around USD 200.000), it gives a fixed rate of return. The only downside is, the return could be small.

So…what should we do? We need to shop around and see which bank provide the best rate of return for their time deposit.

and boy did i shop, i visit around 12 banks in the Puri Indah area of West Jakarta and ask for their time deposit interest rate. The trip provides some surprises.

Continue reading

Hedge your cashflow with a side business – part 1 – What do we need to start one

By Sendy – 21 October 2008

So, you have a job, that gives you a income stream, and regardless of your satisfaction with the amount of the income (most probably you’re not satisfied), it’s important to recognize a more damning fact, that it’s just one source of income.

Now, this represents a risk, if you only have this one source of income, and that source income goes down the drain, you’re entire source of income also goes down the drain. Leaving you with no option but to tap into your savings to maintain your lifestyle while you look for a new job. Baadddddd. This is a double whammy, not only your income move from positive to nil, your asset also move from dismal to even less.


Continue reading

Internet/Mobile phone Auction vendors – how do they make their money

I am a subscriber of a mobile phone operator in Indonesia, and from time to time, despite my vehement refusal, I receive commercial text offering auctions of items from mobile phones to cars, the premise is that you can buy these items on the cheap (“a motorcycle sold for USD 8”), by participating on this auction. You pay a (premium price) text for each price quote you want to give, and then you pay the winning price (if your bid won).

I wonder how such companies make their profit, and then i read a great article from boing-boing that shows just how. link here. http://www.boingboing.net/2008/10/02/online-auction-game.html

Let’s hear more of this

I notice many Indonesian like to spend money on unimportant stuff, then wonder why their salary is never enough. I should open a course on personal financial management

I am gravely concerned…..gravely concerned…

It’s like all around me i see people spending money on unimportant stuff, stuff that they don’t really need and can’t really afford.

I believe all my career talk will be useless if the readers are not aware of how to manage their money properly. It’s like telling someone to pipe water, when the same person use a leaking pipe. So here i am, speaking about the basic of personal finance.

Continue reading